Terkait Aksi “Indonesia Gelap”, Mensesneg Minta Masyarakat Memberi Prabowo Kesempatan

arsip foto - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/2/2025) (dok)

Jakarta, Narasi.id–Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi meminta kepada masyarakat untuk memberikan kesempatan kepada pemerintahan yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto, saat merespons adanya aksi dari mahasiswa yang bertajuk “Indonesia Gelap”.

Menurut dia, Prabowo baru menjabat selama 100 hari dan tak menampik ada berbagai permasalahan yang muncul. Namun, dia mengatakan, pemerintah pun terus-menerus mencari cara dan solusi untuk mengatasi masalah.

“Bahwa itu belum bisa menyenangkan sebuah pihak, mungkin ada pihak pihak yang masih belum bisa menerima. Bagi kami pemerintah itu biasa,” kata Prasetyo di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (18/2/2025).

Dia menganggap aksi yang digelar pada Senin (17/2) di Jakarta tersebut merupakan kebebasan berekspresi. Namun, dia pun mengingatkan bahwa jangan sampai ada isu yang dibelok-belokkan dari fakta sebenarnya.

“Mana? Nggak ada Indonesia gelap gitu. Kita akan menyongsong Indonesia bangkit. Kita sebagai bangsa harus optimistis,” ujar dia.

Terkait kebijakan efisiensi anggaran yang dipermasalahkan, dia meminta para mahasiswa lebih jeli dalam menyoroti hal itu. Sebab, kata dia, pemerintah melalui menteri Keuangan sudah menjelaskan secara rinci unsur-unsur yang terkena efisiensi.

Dia mengatakan, kebijakan efisiensi tersebut tidak berdampak pada sektor pendidikan. Menurut dia, program Kartu Indonesia Pintar (KIP) hingga beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), dipastikan terus berjalan.

“Jadi menyampaikan pendapat tidak ada masalah, kami pemerintah akan terus menerima masukan. Karena bagi kami masukan-masukan itu adalah koreksi juga kepada kami,” tuturnya.

Menurut dia, efisiensi anggaran yang diterapkan berfungsi memangkas anggaran-anggaran yang kurang produktif, seperti seminar hingga acara-acara seremonial. Menurut dia, rakyat membutuhkan aksi nyata dari pemerintah dalam menerapkan kebijakan anggaran.
“Jadi jangan digeser ke wah efisiensi ini seolah-olah akan mengganggu kinerja, seolah-olah memberatkan masyarakat. Tidak begitu semangatnya itu,” katanya. (*)

(Visited 1 times, 1 visits today)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *