Pemprov Lampung Melarang Penahanan Ijazah Siswa dan Pemotongan PIP

Ilustrasi- Siswa yang tengah bersekolah di salah satu sekolah menengah atas di Provinsi Lampung. (dok)

Bandarlampung, Narasi.id–Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung melarang adanya penahanan ijazah, pemotongan dana Program Indonesia Pintar (PIP) serta mewajibkan siswa mengikuti study tour yang memberatkan wali murid.
“Gubernur Lampung meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung mengambil langkah nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan,” ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung Thomas Amirico berdasarkan keterangannya di Bandarlampung, Minggu (23/2/2025).
Ia mengatakan, seluruh satuan pendidikan tidak boleh lagi menahan ijazah siswa, melakukan pemotongan dana PIP, dan mewajibkan study tour yang memberatkan orang tua siswa.
“Kami akan memberikan sanksi tegas kepada satuan pendidikan, kepala sekolah, dan guru yang tidak mematuhi instruksi gubernur Lampung yang mencakup larangan menahan ijazah siswa, pemotongan dana Program Indonesia Pintar serta mewajibkan siswa mengikuti study tour,” katanya.
Dia mengatakan, gubernur Lampung juga telah menetapkan target inovasi yang harus dicapai oleh satuan pendidikan. Target itu mencakup peningkatan prestasi akademik, pembinaan karakter siswa, serta pengembangan sarana dan prasarana sekolah secara berkala melalui program before-after.
“Saya ingin melihat bagaimana capaiannya dan kondisi sekolah sebelum serta setelah ada peningkatan. Begitu juga dengan akademiknya, harus ada progres setiap tahun,” ucap dia.
Ia melanjutkan selain itu, uji kompetensi kepala sekolah juga akan dilaksanakan untuk menilai kualitas kepemimpinan para kepala sekolah.
“Saya akan mengecek langsung bagaimana kepala sekolah memimpin dan berkomunikasi dengan guru-guru. Mereka yang memang memiliki kinerja baik akan kita dukung penuh,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa kegiatan pembinaan itu juga merupakan ajang sosialisasi terhadap kebijakan Gubernur Lampung serta target inovasi pendidikan. Dengan harapan seluruh pemangku kepentingan dapat memahami dan menjalankan kebijakan tersebut dengan penuh tanggung jawab.
“Kami hadir bukan sebagai ancaman, tetapi sebagai mitra dan sahabat. Mari bersama-sama mencari solusi terbaik dan bersinergi untuk meningkatkan mutu pendidikan di Lampung,” tutur dia. (tim)

(Visited 2 times, 1 visits today)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *